BPOM “sudah tarik susu tercemar bakteri”

Posted on Februari 29, 2008. Filed under: Kesehatan |

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memastikan produk susu formula dan makanan bayi yang diduga mengandung bakteri Enterobacter sakazakii oleh peneliti Institut Pertanian Bogor (IPB) jauh-jauh hari sudah ditarik dari pasaran. Penelitian yang dilakukan pun tidak terjadi saat ini, melainkan dalam kurun 2003 hingga 2006.”Produk yang dimaksud sudah ditarik dari pasaran. BPOM meyakini saat ini tak ada lagi susu tercemar yang beredar di pasaran,” ujar Kepala BPOM, Husniah Rubiana Thamrin Akib, Rabu (27/2) di Jakarta.

Bahkan, katanya, BPOM sudah melakukan pemeriksaan mikrobiologi terhadap sampel produk tersebut sepanjang 2007 untuk mendeteksi kemungkinan pencemaran. ”Kalau produk bersangkutan ada yang bermasalah, kita panggil produsennya dan minta mereka memperbaiki produknya.”

Selain pemeriksaan terhadap cemaran mikrobiologi berupa bakteri, termasuk bakteri penyebab diare (Salmonella sp, Eschericia colli, dan Enterobacter sakazakii), BPOM juga memeriksa kemungkinan cemaran kapang dan mikroorganisme pathogen lain pada produk-produk itu.

Namun, BPOM tak memublikasikan hasil pemeriksaan rutin itu ke publik. ”Karena standard operating procedure-nya (SOP) memang demikian, di mana-mana juga seperti itu.”

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Organisasi Pangan Dunia (FAO), papar Husniah, merekomendasikan pemeriksaan cemaran Enterobacter sakazakii pada susu formula bubuk tahun 2005 karena sebelumnya ada laporan kejadian diare pada balita yang mengonsumsi susu tercemar Enterobacter di Jepang.

”Di Indonesia hingga saat ini belum ditemukan kejadian diare pada balita yang disebabkan oleh Enterobacter sakazakii. Di sini penyebab utamanya Salmonella dan E colli,” katanya.

Ketua Pergizi Pangan Indonesia, Hardinsyah, memperkuat BPOM. Dari 100 ribu bayi berusia di bawah satu tahun, hanya satu bayi yang kemungkinan terinfeksi bakteri Enterobacter. ”Di Inggris, sejak 1961 sampai 2003, hanya ada 48 kasus.”

Kendati kasus pencemaran oleh bakteri itu langka, namun warga kadung resah pada pemberitaan yang ada. ”Saya sekarang tidak tenang dan langsung menghentikan susu formula untuk anak saya,” kata Vita (27 tahun), warga Kota Tasikmalaya yang baru melahirkan.

Kiat membunuh bakteri:
* Bakteri ini dapat dibunuh dengan air panas pada suhu 70 derajat Celcius, meski berakibat kehilangan dan kerusakan zat gizi pada susu formula.
* Botol susu harus selalu steril dengan merebus di air mendidih.
* Larutkan susu formula secukupnya, sehingga segera habis diminum bayi.
* Hindari melarutkan dalam jumlah banyak untuk diminum beberapa jam.
* Memperpendek waktu pemberian susu pada bayi, lebih baik dibuatkan berkali-kali dgn cara steril.
* Sebaiknya membeli susu formula dalam kemasan kecil, sehingga cepat habis. Bila kemasan besar, akan lama habis dan besar peluang tercemar Enterobacter sakazakii.
* Meningkatkan kewaspadaan akan sanitasi selama proses penyimpanan, penyiapan, dan pemberian susu formula pada bayi, termasuk peralatan, air, dan pihak terlibat.
Sumber: Ketua Pergizi Pangan

Bila bakteri Enterobacter sakazakii menyerang bayi, dapat mengakibatkan radang selaput otak, radang usus, gangguan neurologik bahkan kematian. Menurut WHO pada 2004, 20-50 persen penderita mengalami kematian.

Selain terdapat pada susu formula, bakteri ini bisa ditemukan juga di cokelat, kentang, sereal, dan di lingkungan lembab. Pada suhu kamar, jumlah bakteri berkembang dua kali lipat dalam 45 menit, dan pada suhu kulkas jumlahnya dobel dalam waktu 14 jam.[republika.co.id]

Make a Comment

Make a Comment: ( 26 so far )

blockquote and a tags work here.

26 Responses to “BPOM “sudah tarik susu tercemar bakteri””

RSS Feed for Creative Ideas For Life Comments RSS Feed

wadoueee … 70 °C ?
apa tahan lidah balita nenggak air segitu panasnya ?
apalagi, susu yg sudah dibuat sebaiknya langsung diminum …

piyee toh ?

:) yang tahan paling bayi superman

Untuk Kesekian Kalinya (A)ir(S)usu(I)bu is never die

kasihan bayi2 indonesia…..
kemana sih mentrinya…….
saatnya mentrinya diganti yo…..

jangan lupa pakailah asi
kayaknya lebih aman deh…..

jadi, merk susunya apa aja ?

Masih blom jelas nih produk lainnya mana? Med and Nestle … padahal itu yang laku dipasaran, jangan2 selain susu bayi susu dewasa juga ada bakterinya … ampun …

Well, saya berdoa mudah-mudahan BPOM menjalankan tugasnya dengan baik. Mempublish merek hanya akan membuat black campaign marak.

So, kalau bayi masih belum 1 tahun mbok ya pake ASI aja, jelas-jelas paling sehat dan paling baik.

cheers,
Ivan
http://www.in2digital.net

oh God!
Indonesia, dari pejabat tinggi sampai rendahan cuma melindungi kepentingan bisinis aja . So, siapa yang melindungi kepentingan rakyat Indonesia?
Adakah kepentingan lain dibalik kasusu susu ini?
only God who knows….!!! or may be satan?

Lagi pada kemana nih orang2 di indonesia atau lagi pada ngapain yah …. sibuk sendiri2 aja kale…..

Apa ga kasian ama generasi yang akan datang …..

Hayo…. bangkit2 jangan kecolongan teruuuuuusssszzzzz

salah satu bukti nyata kalau mengangkat pejabat negara lebih baik jangan yang berasal dari kalangan pengusaha/bisnis. seperti ini akibatnya. semua berdasarkan naluri pengusaha. maboook deh

Kasihan rakyat sudah susah terhadap kenaikan sembako mbok mereka yang punya kepentingan jangan membuat bingung rakyat giman nih bu mentri

lah belum lagi kebijakan untuk pln dan bi … naek-naek ke puncak gunung tinggi-tinggi sekale … kiri kanan rakyat menangis … huhu huhu huhuhuuuuu …. kiri kanan pejabat menari … lala lala lalalala
kira-kira ada bocoran gak ya dari mahasiwa atau orang dalem ipb produk apa aja yang mereka teliti …

Anak Indonesia harus tetap pandai dan sehat meski ada susu yang tercemar bakteri. Hanya ibu – ibu Indonesia yang bijaksana yang tidak akan bingung menghadapi kemelut tentang susu.
Maha besar Allah yang telah memberikan ibu ASI untuk anak – anaknya.

Keciiaaaaaaaaaan banget anak indonesia, udah pejabatnya ancur trus generasi penerus nya di biarin ikut hancur………
tolong dunk orang yang kompeten umum kan merk susu yang tercemar. kasian kan ibu2 jadi bingung. ato memang sengaja gak diumumin biar anak indonesia ikut rusak kaya pendahulunya?????????
BPOM jangan sembunyi di balik SOP dunk…mank SOP lbih penting dari Gererasi penerus?

sebenarnya ada permainan apa dibalik susu yg mengandung bakteri? ataokah pemerintah sengaja menutup2inya sehingga rakyat harus beli susu import.. lha wong susu produk dalam negeri yg tercemar???$#@!%^& benar2 indonesia … beli tempe aja susah palagi beli susu import. pindah malaysia aja dah… lebih jelas pemerintahnya…. :)

Kita berdoa saja, smoga kasus suap antara IBU dan ANAK tidak terjadi antara Produsen Susu dengan BP POM.

Knp mrk g ny

anakku nyusu enfamil a+, skr enfapro a+… jd takut!sumpah!pdh harganya mahaaal bgt, kyknya malah paling mahal dibanding yg lain. Tapi kok kyk gitu sih???kalo emang benar ada bakteri berbahayanya, gak manusiawi bgt tuh!

Memang ASI adalah yg terbaik untuk balita. Tapi kalo kejadiannya kaya saya, yang udah berusaha dengan berbagai cara agar asi bisa keluar, tapi ternyata gak bisa, cara apalagi? Apa nyuruh wanita lain nyusuin anak saya seperti jaman Nabi dulu? Mana ada yg mau lagian. Jadi terpaksa deh minum susu sapi. Anak saya minum enfapro-enfagrow. Alhamdulillah, sehat2 saja. Jadi bingung, apa bener produk nestle, mead johnson, dan Wyeth tercemar? Jangan2 cuma akal2an persaingan tidak sehat aja nih. Soalnya merk2 itu sangat terkenal dan banyak konsumennya.

Kalo harus kembali ke ASI, kasian Ibu yang tidak keluar ASInya atau yang ASInya sedikit, harus dengan apa mereka menggantikan kebutuhan makan bayinya jika semua susu formula tercemar?

Loh kan sudah ada pentunjuk dan tips2 untuk menghindari tercemarnya susu formula toh! agar bisa dikonsumsi dengan aman.

Jadi..bener yah produk dari wyeth tercemar….anakku pakai susu dari dia 0 bln lho..dan sampai sekarang masih pakai lanjutannnya yaitu procal gold…

Sekarang begini Bpk/Ibu Yth.
Apa ada kasus bayi terserang diare,meningitis,encepalopati akibat minum susu yang tercemar Enterobacter sakazakii ?
Ayo,dimana dan berapa kasus kliniknya yang dijumpai ? Kalau ada mbok ya buktikan hasil pemeriksaan labornya baik darah rutin,feses rutin atau kultur darah maupun fesesnya memang ada Enterobacter sakazakii ?
Sampai sejauh ini belum ada ya ditemukan
Jadi gak usah ikutan sok tahu gitu apalagi mau komentar tapi gak punya ilmunya…..

Okay….satu bukti lagi lambatnya penanganan oleh Dinas Kesehatan….ASI boleh aja tapi jangan keliru yang Air Susu Iblis !! :D


Where's The Comment Form?

    About

    There are lots of different inspiring ideas in a range of different activities.

    RSS

    Subscribe Via RSS

    • Subscribe with Bloglines
    • Add your feed to Newsburst from CNET News.com
    • Subscribe in Google Reader
    • Add to My Yahoo!
    • Subscribe in NewsGator Online
    • Komentar-komentar terakhir pada seluruh tulisan dalam RSS
    • Subscribe in Rojo

    Meta

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...