Online profiles could ‘splinter’ our identities

Profile secara online dapat memecah kepribadian kita, begitu kira-kira. Nah survey ini sudah ada di Australia, tetapi saya sebenarnya pengen tahu bagaimana dengan kita orang2 indonesia?

  • Rata Australian punya lebih dari virtual identitas
  • Hampir separuh user internet memberikan informasi online palsu
  • Australians are ‘in denial’ about threat of identity theft

Seorang psikolog dari sebuah clinic terkenal mengatakan: AUSTRALIANS atau orang australi saat ini banyak yang memiliki identitas online yang beresiko menimbulkan kelainan/gangguan kepribadian virtual.

Survey di australia, menemukan bahwa rata2 AUstralian memiliki 10 lebih identitas virtual dan lebih dari 40 persennya berbohong tentang data personalnya

Andrew Fuller from the University of Melbourne mengatakan “Kita sering berpikir tentang berbahayanya pada saat online internet dan berinteraksi dengan orang lain secara online, tetapi ternyata juga beresiko mengubah relasi dengan diri sendiri”

Survey untuk security dari Symantec menemukan bahwa kebanyakan Australians percaya bahwa dapat diterima untuk memberikan detail onlie yang tidak benar dan tidak mempercayai informasi tetang virtual identitas orang lain, termasuk Facebook dan MySpace, profile game dan account untuk belanja online.

“Clearly people like social networking websites – in fact many of them prefer their online identities to their real one,” Mr Fuller said.

Tetapi ada beberapa potensi untuk memisah atau membelah diri anda sebenarnya,  sebagian dari kaum muda – ketika mereka sedang bekerja di luar, siapakah mereka dan apa identitas mereka?”

Sementara beberapa orang diuntungkan dari  kegiatan dan expresi mereka pada saat onlline, lainnya membawa diri mereka sendiri dan masalah untuk mengelola beberapa identitas virtual yang berbeda.

Besarnya hubungan dari relasi online dapat menjadi kuat. Jadi jika anda membangu kepercayaan relasi dengan orang lain dengan identitas yang salah maka anda anda akan senantiasa menjadikan diri anda layaknya identitas yang salah itu.

Identity theft

Survey oleh Woolcott Research for Symantec, juga menemukan sebagian besar Australian telah waspada terhadap resiko pencurian identitas tetapi ternyata sedikit tindakan yang dilakukan untuk memproteksi diri sendiri secara online.

Separuh dari survey tersebut mengatakan mereka telah menyediakan 3 atau lebih detil online yang ternyata dapat dimanfaatkan untuk pencuri identitas termasuk nama asli,tanggal lahir, alamat, mobile phone dan detil kredit card.

More than 2 billion deceptive messages attempting to elicit personal information from users – known as phishing attempts – had been detected so far this year, Mr Freer said.

Maka pentingkah/perlukah kita mempublikasikan informasi diri secara online? Sebagai contoh dalam kegiatan situs jaringan sosial, perlukah memberikan informasi yang benar tentang diri anda?

Seiring dengan waktu orang akan menemukan bahwa mereka  telah menjadi korban dari pencurian identitas dan itu sering terlambat disadari.

The survey included 596 people in NSW, Queensland, South Australia and Western Australia between the ages of 16 and 49.

http://www.news.com.au/technology/story/0,25642,22847910-5014111,00.html

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s