Korban Enterobacter Sakazakii

salmonella.jpgKamis sepulang kerja kebetulan saya melihat siaran televisi TV1 yang pada saat itu menyiarkan tentang sudah adanya korban Enterobacter Sakazakii yang diduga terkandunga dalam susu formulayang dikonsumsi.
Adalah Nadine Manuela, 16 bulan, putri pasangan Yanuar Warinson dan Anita, yang didiagnosa terinfeksi bakteri bakteri Sakazakii, 20 Januari 2007, setahun silam. Nadine sejak lahir telah diberi susu formula karena ASI sang ibu tidak banyak dan pada umur 4 bulan menderita diare parah. Karena takut Nadine makin kekurangan cairan, ia dibawa orang tuanya ke beberapa dokter sem[at juga berganti susu formula karena diduga tidak cocok sampai akhirnya dokter meminta feses atau kotoran Nadine dites di laboratorium karena feses encer dan berwarna coklat hijau, kemudian hijau dan berbau menyengat. Hasilnya, ada bakteri yang menurut dokter (ahli patologi) laboratorium, tergolong baru,
dan kemudian dengan beberapa uji tes maka hasilnya adalah Enterobakter Sakazakii. Hasil laboratorium waktu itu ditunjukan dan benar-benar tertulis Enterobakter Sakazakii.
Namun, baik dokter anak maupun dokter laboratorium tidak bisa menjelaskan dari mana bakteri tersebut masuk ke anak tersebut.

Karena saat itu, kondisi Nadine membaik, keluarga tidak lagi cemas meski beberapa kali ia kembali menderita diare parah. Belakangan keluarga ini kembali cemas. Hasil penelitian Institut Pertanian Bogor, Jawa Barat, yang menyebutkan bakteri tersebut bisa mengakibatkan radang otak menjadi penyebab kecemasan itu.

Keluarga Yanuar berharap bisa mengetahui apa yang mengakibatkan anak mereka terinfeksi bakteri Sakazakii. Karena belum tahu pasti penyebab masuknya bakteri tersebut, hingga kini, Nadine tetap diberi susu formula seperti yang diberikan sejak tahun lalu.

Temuan IPB tak hanya mengkhawatirkan keluarga Yanuar. Hampir seluruh keluarga yang mempunyai anak kecil juga cemas. Khususnya bagi mereka yang anaknya mengkonsumsi susu formula. Saat ini terbukti, bakteri sazakii bisa lolos dari pemanasan tinggi yang sebenarnya berfungsi membunuh bakteri dalam susu formula bayi. Kondisi bayi yang masih lemah membuatnya semakin rentan terinfeksi bakteri.

Adalah tugas pemerintah untuk menindaklanjuti penemua IPB dan mempublikasikan kepada masyarakat tentang kebenarannya adan ketidakbenaran hal tersebut!!! YLKI dan semua warga Indonesia sudah sangat cemas !!! disini terlihat peran pemerintah bangsa ini dalam menjaga mental warganya, menjaga secara fisik kepulauan dan kekayaan Indonesia saja belum mampu!!! ditambah dengan mental yang lemah belom lagi generasi mendatang mungkin menjadi “generasi Sazakii”

Bagi kaum wanita dan ibu siapkanlah sejak dini diri anda sehingga nantinya mampu memerikan ASI yang terbaik bagi putra-putri anda.

Iklan

2 comments on “Korban Enterobacter Sakazakii

  1. Menteri Kesehatan Siti Fadillah Supari mengaku jika selama ini bakteri Enterobacter Sakazakii belum menjadi standarisasi pabrikan susu di Indonesia. “Jika Enterobacter Sakazakii menjadi persyaratan benterobacter-sakazakii. maka semua pabrik susu di Indonesia akan tutup,” kata Siti usai rapat dengar pendapat dengan Komisi IX DPR, di Gedung MPR/DPR Senayan, Jakarta, Senin (17/3/2008 )

    dia lebih concern ama pabriknya…….

  2. kalo benar sperti itu berarti dia nggak konsisten dengan ucapan2 dia sebelumnya … kalo di gedung MPR/DPR paling yag concern itu2 aja, lainnya pada baca koran, mainan hp, tidur, gosip, bisnis, bahas kenaikan gaji …dll

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s